Seminar Nasional Inisiasi Menyusu Dini ::15 Jul 2009 ::News
Air Susu Ibu (ASI) merupakan hal mendasar bagi kesehatan dan perkembangan bayi (anak) yang telah dibuktikan secara ilmiah oleh para ahli. ASI adalah hak anak. Pemberian ASI secara Eksklusif yaitu hanya ASI usia 0 – 6 bulan akan membentuk bayi yang sehat, cerdas dan berkepribadian serta mempunyai ikatan batin antara ibu – anak terjalin lebih kuat. Dengan memberikan ASI semua pihak akan mendapatkan keuntungan, bayi akan sehat dan mendapatkan haknya yang terbaik, ibu juga sehat, ayah senang dan keluarga akan lebih sejahtera karena dapat melakukan penghematan dengan tidak membeli susu formula.
Salah satu yang terbaik adalah bayi mendapatkan ASI sesegera mungkin dan diberikan kesempatan untuk menyusu atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD) minimal satu jam setelah lahir. Banyak ibu melahirkan dan menyusui bayinya, tetapi belum banyak ibu-ibu yang berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Setiap petugas kesehatan atau tempat pelayanan kesehatan tentu ingin memberikan yang terbaik kepada pasiennya. Bidan, klinik atau rumah bersalin serta rumah sakit yang melayani persalinan tentunya juga demikian.
Griya Menyusui Yayasan KAKAK sangat menyadari bahwa sekarang semakin banyak masyarakat, khususnya orangtua atau istri yang sedang hamil sudah mengetahui tentang IMD melalui berbagai informasi. Bahkan mereka mengharapkan dan menginginkan setelah persalinan, bayi langsung mendapatkan kesempatan Inisiasi Menyusu Dini atau yang dikenal dengan IMD. Oleh karena itu kami, Griya Menyusui Yayasan KAKAK ingin berperan dalam membantu memberikan informasi lebih banyak tentang IMD tersebut.
Dilatarbelakangi tujuan tersebut Griya Menyusui Yayasan KAKAK menyelenggarakan seminar nasional sehari tentang IMD dengan narasumber dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM pada Senin, 1 Juni 2009 bertempat di Pendhopo Agung, Hotel Dana Surakarta Narasumber. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari ASHOKA untuk promosi kegiatan seminar.
Petugas pelaksana Griya Menyusui Yayasan KAKAK melakukan promosi dari door to door maupun melalui jaringan untuk mempromosikan seminar tersebut. Dalam seminar tersebut setiap peserta memberikan kontribusi investasi Rp 50,000,-. Di luar dugaan peserta yang ditargetkan diikuti oleh 100-orang tersebut iikuti oleh 180 peserta. Bahkan beberapa calon peserta tidak dapat mendapatkan tiket seminar karena tempat yang terbatas. Para peserta yang hadir terdiri dari petugas kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Klinik Bersalin, Bidan Praktek Swasta, mahasiswa akademi kebidanan serta masyarakat yang menaruh perhatian pada ASI. Beberapa peserta datang dari Yogya dan Semarang. Hal ini menunjukkan bahwa minat peserta untuk mengikuti seminar sangat tinggi.
Dalam penyampaian materi kepada peserta, dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, lebih menekankan pendekatan hati. Antusias peserta dalam mengikuti materi juga tinggi dengan mengikuti sampai selesai. Gaya penyampaian dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, yang memikat dan diselingi dengan tampilan gambar dan ilm sangat menarik perhatian peserta. (Dinding Sugiyantoro, Ketua Panitia Seminar Inisiasi Menyusu Dini))
(Dinding Sugiyantoro_Manajer PU)
|