Suaraku "berbicara Mengenai Kekerasan Seksual" Di Mata Anak-anak ::14 Jun 2010 ::News
Halo Sahabat semua...........
kita akan ngomongin masalah ”KEKERASAN SEKSUAL”. Ada beberapa pendapat dari temen-temen ni tentang kekerasan seksual. Pengen tahu gak apa pendapat temen-temen kita tentang kekerasan seksual? mungkin sahabat yang lain juga punya pendapat yang berbeda, tapi gakpapa kan? Kita akan mencoba menghargai pendapat yang berbeda.
Selamat membaca yaaaa........
Pita Astritya
Jebres, Surakarta
SMAN 8 Surakarta
Ketika berbicara tentang kekerasan seksual... yang terpikirkan olehku adalah tindakan yang di dalamnya ada unsur paksaan, seperti halnya pemerkosaan. Contoh lain adalah pencabulan. Biasanya anak diiming-imingi biar mau melakukan hubungan seksual. Kalo menyinggung korban, menurutku sapa aja bisa menjadi korban, entah itu anak kecil maupun dewasa. Pelakunya juga bisa jadi sapa aja, bahkan orang terdekatpun bisa menjadi pelaku kekerasan seksual. Menurutku mungkin ada beberapa cara untuk mengindari kekerasan seksual, sebaiknya dengan berpakaian yang sopan, bersikap biasa aja, gak usah lebay-lebay, nah kalo baru kenal dengan orang, sebaiknya kita juga tahu asal usul orang itu, jadi akan membuat kita semakin hati-hati dan waspada dan juga yang gak kalah penting mungkin bisa juga dengan sharing pada orangtua kita tentang permasalahan apa yang kita hadapi.
Nurlaila Yukamujrisa
Jebres, Surakarta
SMAN 5 Surakarta
Kekerasan seksual tu ya tentunya mengandung unsur yang negatif, karena menurutku kekerasan seksual adalah suatu tindakan melakukan kegiatan seksual dengan disertai ancaman, paksaaan dan tanpa kehendak si korban. Kegiatan seksual itu bisa berupa mencium, meraba-raba daerah yang ”terlarang”, juga melakukan hubungan seksual yang disertai ancaman dan paksaaan, sodomi dan pedofilia juga bisa masuk di dalamnya. Berbicara masalah korbannya, tentu aja semua orang bisa jadi korban, entah itu anak ataupun dewasa, tapi kebanyakan setau aku, yang jadi korban adalah anak-anak yang tidak mendapat perhatian penuh dari orangtua, tidak mendapat kasih sayang dari keluarga, anak jalanan juga sangat mungkin bisa menjadi korban. Korban kekerasan seksual akan mengalami kerusakan organ reproduksi, juga akan mersa malu, tertekan, bahkan depresi. Kalo korbannnya adalah orang dekat kita yang kita kenal, sebaiknya kita memberikan dukungan moral secara penuh. Pokoknya kita semua harus hati-hati pada orang lain, jangan sampai kita dimanfaatkan oleh orang lain, karena kadang pelaku kekerasan seksual adalah orang terdekat kita.
Manik Nugrahani
Semanggi RW 7
Ketika mendengar kekerasan seksual,tiba-tiba aku inget sama kasus yang gempar di Bali beberapa saat lalu.Miris dengernya, karena banyak anak-anak yang jadi korban pemerkosaan. Kalo menurut aku sih kekerasan seksual itu adalah pemaksaan kehendak untuk melakukan hubungan seksual, termasuk didalamnya adalah memegang-megang bagian terlarang dengan paksa. Contoh kekerasan seksual selain pemerkosaan seperti di Bali tadi juga ada sodomi yang juga cukup menggemparkan beberapa saat lalu. Karena kekerasan seksual memberikan damapak yang tidak baik seperti bisa hamil, merasa masa depan hancur, sedih, kecewa, maka kita harus selalu waspada karena semua orang bisa jadi korban kekerasan seksual. Bisa jadi anak-anak, dewasa, bisa menjadi korban, tapi setau aku yang paling banyak menjadi korban adalah perempuan. Jadi untuk terhindar dari kekerasan seksual sebaiknya kita berpakaian yang sopan, berhati-hati sama orang yang baru dikenal, juga dengan orang yang meminta macam-macam dan mencurigakan.
Dimas Wahyu Wibowo
Kandangsapi RW 33, Jebres
Kalo dari segi kata ”kekerasan” itu bisa diartikan adalah menyakiti. Jadi jika dihubungkan dengan kekerasan seksual, berarti tindakan menyakiti secara fisik dan batin yang menyangkut seksual, contohnya adalah pemerkosaan seperti kasus di Bali yang cukup menghebohkan itu. Semua orang bisa bisa jadi korban kekerasan seksual, baik itu anak kecil, remaja dan perempuan. Tapi yang paling sering menjadi korban adalah anak-anak kecil. Kekerasan seksual memberikan dampak yang merugikan seperti stres dan organ reproduksi bisa rusak. Sebaiknya semua orang harus siap mental dan fisik, maksudnya adalah berani berkata tidak dan berhati-hati pada orang yang baru dikenal.
(** siswi **)
|